(Humas MAN 2 Samarinda) — Semangat persatuan dan nasionalisme mewarnai peringatan Hari Sumpah Pemuda di MAN 2 Samarinda, Rabu (28/10). Seluruh warga madrasah mengikuti upacara bendera di lapangan madrasah sebagai momentum memperkuat karakter, integritas, dan kepedulian generasi muda terhadap bangsa.
Mengusung tema “Patriotik, Gigih, Berempati: Pemuda untuk Indonesia”, peringatan tersebut menekankan pentingnya peran pemuda dalam menjaga persatuan sekaligus menghadapi tantangan zaman melalui tindakan nyata.
Kepala Tata Usaha MAN 2 Samarinda, Imam Sanusi, bertindak sebagai pembina upacara sekaligus membacakan sambutan Menteri Pemuda dan Olahraga Republik Indonesia. Dalam amanat tersebut, generasi muda diajak menjadi pribadi yang berintegritas, cerdas, peduli, dan bertanggung jawab.
Integritas, menurut pesan yang disampaikan, harus tercermin melalui kejujuran, keadilan, serta keberanian membela kebenaran. Pemuda juga dituntut menguasai ilmu pengetahuan dan teknologi agar mampu beradaptasi sekaligus memberikan kontribusi bagi kemajuan bangsa.
Selain kecerdasan intelektual, kepedulian sosial menjadi perhatian penting. Generasi muda diharapkan tidak terjebak dalam sikap apatis dan individualistis, tetapi aktif membantu sesama, menjaga persatuan, serta menjauhi perilaku yang merugikan masyarakat. “Semangat Sumpah Pemuda harus diwujudkan melalui tindakan nyata, bukan sekadar slogan atau seremoni,” demikian pesan yang ditekankan dalam sambutan tersebut.
Pesan itu sekaligus menjadi pengingat bagi peserta didik MAN 2 Samarinda bahwa semangat kepemudaan dapat diwujudkan melalui kesungguhan belajar, pengembangan prestasi, kreativitas, inovasi, dan keterlibatan dalam kegiatan sosial yang bermanfaat.
Peringatan Sumpah Pemuda juga menjadi sarana menanamkan kesadaran bahwa kemajuan bangsa membutuhkan generasi yang tidak hanya unggul secara akademik, tetapi juga memiliki kepekaan sosial dan tanggung jawab kebangsaan.
Melalui momentum tersebut, MAN 2 Samarinda terus mendorong penguatan nilai-nilai nasionalisme, kedisiplinan, dan kepedulian di lingkungan madrasah. Semangat Sumpah Pemuda diharapkan tidak berhenti pada upacara tahunan, tetapi tumbuh menjadi karakter dan tindakan nyata dalam kehidupan sehari-hari. (wk)