(Humas MAN 2 Samarinda) — MAN Program Keagamaan (MAN PK) MAN 2 Samarinda menggelar pelatihan metode Amtsilati bagi guru rumpun Pendidikan Agama Islam (PAI) dan Bahasa Arab, 12–23 Oktober 2026. Kegiatan ini bertujuan meningkatkan kemampuan guru dalam membaca dan memahami kitab kuning melalui penguasaan kaidah bahasa Arab.
Pelatihan tersebut menghadirkan dua pengajar dari Pondok Pesantren Hidayatul Mubtada’in, Kediri, Jawa Timur, yakni Ustaz Muhammad Najib Al-Fathoni dan Ustaz Riko Andespa. Keduanya memberikan pendampingan kepada peserta dalam mempelajari metode Amtsilati sebagai salah satu pendekatan praktis memahami kitab kuning.
Kepala MAN 2 Samarinda, Sapini, menjelaskan bahwa penguasaan ilmu alat, terutama nahwu dan saraf, menjadi bagian penting dalam meningkatkan kompetensi guru rumpun PAI dan Bahasa Arab. “Melalui metode Amtsilati, para guru diharapkan dapat meningkatkan kemampuan memahami kaidah bahasa Arab, khususnya nahwu dan saraf, sebagai landasan penting dalam membaca dan memahami literatur keislaman klasik,” ujar Sapini.
Metode Amtsilati merupakan pendekatan pembelajaran yang dirancang untuk mempermudah pemahaman kaidah bahasa Arab secara sistematis dan praktis. Melalui pelatihan ini, guru diharapkan tidak hanya menguasai teori, tetapi juga mampu menerapkannya dalam pembelajaran di kelas.
Selama 12 hari pelaksanaan, kegiatan difokuskan pada penguatan pemahaman materi dan keterampilan membaca kitab kuning. Pendampingan langsung dari kedua pengajar diharapkan membantu peserta meningkatkan kemampuan sekaligus kepercayaan diri dalam mengajarkan bahasa Arab.
Pelatihan ini juga menjadi bagian dari upaya madrasah memperkuat kualitas pembelajaran keagamaan. Penguasaan kitab kuning dinilai penting untuk memperluas wawasan keislaman sekaligus membangun tradisi keilmuan di lingkungan madrasah.
Melalui kegiatan tersebut, MAN PK MAN 2 Samarinda berharap kompetensi guru semakin meningkat sehingga pembelajaran PAI dan Bahasa Arab menjadi lebih efektif, mendalam, dan bermakna. Penguatan kemampuan membaca kitab kuning juga diharapkan mendukung pelestarian khazanah keilmuan Islam bagi generasi mendatang. (yd)