Samarinda (Humas MAN 2 Samarinda) – MAN 2 Samarinda menerima kunjungan Tim Monitoring dan Evaluasi Program Adiwiyata Mandiri dari Pusat Pengembangan Generasi Lingkungan Hidup, Kementerian Lingkungan Hidup Republik Indonesia, Kamis (23/7/2026). Kegiatan yang berlangsung di Laboratorium Agama ini bertujuan memantau sekaligus mengevaluasi keberlanjutan implementasi Program Adiwiyata setelah madrasah meraih predikat Adiwiyata Mandiri pada 2022.
Kegiatan tersebut dihadiri oleh Waliyah dan Eva Fauziah selaku perwakilan tim monitoring dan evaluasi dari Kementerian Lingkungan Hidup RI, perwakilan Dinas Lingkungan Hidup Provinsi Kalimantan Timur, Dinas Lingkungan Hidup Kota Samarinda, Kantor Wilayah Kementerian Agama Provinsi Kalimantan Timur, serta Tim Pembina Adiwiyata MAN 2 Samarinda.
Kepala MAN 2 Samarinda, Sapini, menyampaikan apresiasi dan ucapan selamat datang kepada seluruh tamu undangan. Ia mengucapkan terima kasih atas perhatian dan pendampingan yang terus diberikan kepada MAN 2 Samarinda dalam menjaga komitmen terhadap pelestarian lingkungan.
"Selamat datang kepada Tim Monitoring dan Evaluasi dari Kementerian Lingkungan Hidup RI, Dinas Lingkungan Hidup Provinsi Kalimantan Timur, Dinas Lingkungan Hidup Kota Samarinda, Kantor Wilayah Kementerian Agama Provinsi Kalimantan Timur, serta Tim Pembina Adiwiyata MAN 2 Samarinda. Kami berharap melalui kegiatan ini MAN 2 Samarinda dapat terus mempertahankan predikat Adiwiyata Mandiri sekaligus meningkatkan budaya peduli lingkungan di madrasah," ujar Sapini.
Sementara itu, Waliyah menjelaskan bahwa kegiatan monitoring dan evaluasi merupakan bagian dari upaya memastikan budaya peduli lingkungan tetap tumbuh dan dijalankan secara konsisten oleh seluruh warga madrasah setelah memperoleh penghargaan Adiwiyata Mandiri. Menurutnya, penilaian tidak hanya berfokus pada kondisi fisik lingkungan, tetapi juga pada keberlanjutan berbagai pembiasaan positif, seperti menjaga kebersihan, pengelolaan bank sampah, serta pelaksanaan program pelestarian lingkungan lainnya.
"Meraih predikat Adiwiyata Mandiri mungkin tidak mudah, tetapi mempertahankannya jauh lebih menantang. Karena itu, diperlukan pembiasaan yang berkelanjutan agar budaya cinta lingkungan benar-benar menjadi karakter seluruh warga madrasah. Kami percaya MAN 2 Samarinda telah membangun budaya tersebut dengan baik," ungkap Waliyah.
Dalam kesempatan yang sama, Sahid dari Kantor Wilayah Kementerian Agama Provinsi Kalimantan Timur menegaskan bahwa kepedulian terhadap lingkungan merupakan bagian dari implementasi program Ekoteologi Kementerian Agama. Menurutnya, pelestarian lingkungan harus diwujudkan melalui tindakan nyata dalam kehidupan sehari-hari sehingga menjadi karakter seluruh warga madrasah.
Ia berharap penguatan nilai-nilai ekoteologi semakin menumbuhkan kesadaran warga madrasah untuk mencintai, menjaga, dan melestarikan lingkungan sebagai wujud pengamalan Panca Cinta, khususnya cinta lingkungan.
Melalui kegiatan monitoring dan evaluasi ini, MAN 2 Samarinda diharapkan mampu mempertahankan predikat Adiwiyata Mandiri sekaligus menjadi inspirasi bagi satuan pendidikan lain dalam membangun budaya peduli lingkungan yang berkelanjutan. Keberhasilan Adiwiyata tidak hanya diukur dari penghargaan yang diraih, tetapi juga dari konsistensi seluruh warga madrasah dalam menerapkan perilaku ramah lingkungan sebagai bagian dari budaya dan karakter madrasah. (Wk)